Selasa, 18 Mei 2010

Tugas 3 Etika Profesi/ Dadan Dani /30407223/3ID03

NAMA : Dadan Dani
KELAS : 3ID03
NPM : 30407223
MATA KULIAH : ETIKA PROFESI
TUGAS 3
1. Jelaskan alasan perlunya pendidikan etika profesi dalam bidang keteknikan! Apa yang akan terjadi bilamana profesi keteknikan tanpa dilandasi dengan etika?

2. Dalam rangka menjunjung tinggi integritas, kehormatan dan martabat profesi keteknikan sesuai dengan kode etik profesi keteknikan menurut ABET terdapat 4(empat) prinsip dasar (fundamental principles) yang harus dilakukan oleh insinyur. Jelaskan empat hal tersebut!

3. Jelaskan 6 (enam) pilar utama yang menjadi penyangga kode etik keteknikan !

4. Intelectual capital merupakan modal utama untuk menciptakan kesejahteraan manusia di masa kini dan yang akan datang. Salah satu jenis dari intelectual capital adalah kekayaan intelectual (intelectual property). Jelaskan berbagai jenis kekayaan intelektual yang terkait dengan bidang keteknikan ! Bagaimana kita menyikapinya secara profesional ?

5. Salah satu syarat untuk menjadi profesional adalah dimilikinya kompetensi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hal tersebut jelaskan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh Sarjana Teknik Industri !
Sender : SUDARYANTO, IR, MSC
JAWAB:
1. Perlu sekali karena membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi.Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya. Jika tidak dilandasi etika maka akan banyak hal-hal yang akan menyimpang dari standar etika, yang akan berakibat fatal bagi banyak orang.

2. Empat prinsip dasar (fundamental principles) menurut ABET adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia; maksudnya jika tidak menggunakan pengetahuan dan keterampilan maka akan banyak hal yang menyimpang dan karya yang diciptakannya akan berdampak negative, sehingga membahayakan kelangsungan hidup manusia.
2. Bersikap jujur dan tidak memihak, dan melayani dengan kesetiaan masyarakat, pengusaha dan klien; maksudnya apa yang kita kerjakan harus jujur, karena dengan begitu apa yang kita buat akan mendapatkan respon yang baik juga.
3. Berusaha untuk meningkatkan kompetensi dan gengsi profesi rekayasa. Maksudnya sesuai dengan kemajuan teknologi, persangian pasar dan permintaan pasar. Maka teknologi selalu harus berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi agar tidak tertinggal atau ketinggalan.
4. Mendukung organisasi profesional dan teknis dari disiplin ilmu. Maksudnya semua apa yang dilakukan harus sesuia dengan displin ilmu dan professional, agar tidak berdampak negative bagi kelangsungan hidup manusia dan kehidupan di bumi.

3. 6 (enam) pilar utama
1. Insinyur akan terus penting keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dalam pelaksanaan tugas profesional mereka. Maksudnya hal seperti itu harus menjadi prioritas utama, karena agar kita bisa nyaman atau tidak was-was dalam bekerja memikirkan hal-hal diatas.
2. Insinyur akan melakukan layanan hanya di bidang kompetensi mereka.
3. Insinyur harus mengeluarkan pernyataan publik hanya dalam hal obyektif dan jujur.
4. Insinyur harus bertindak dalam hal-hal profesional untuk setiap majikan atau klien sebagai agen yang setia atau pengawas, dan harus menghindari konflik kepentingan.
5. Insinyur akan membangun reputasi profesional mereka pada jasa layanan mereka dan tidak akan bersaing secara tidak adil dengan orang lain.
6. Insinyur harus bertindak sedemikian rupa untuk menegakkan dan meningkatkan kehormatan, integritas, dan martabat profesi.
7. Insinyur harus melanjutkan pengembangan profesional mereka melalui karir mereka dan akan memberikan peluang untuk pengembangan profesional yang insinyur di bawah pengawasan mereka.
4. Jenis kekayaan intelektual antara lain:
a. Hak cipta (copyright)
Hak cipta adalah hak dari pembuat sebuah ciptaan terhadap ciptaannya dan salinannya. Pembuat sebuah ciptaan memiliki hak penuh terhadap ciptaannya tersebut serta salinan dari ciptaannya tersebut. Hak-hak tersebut misalnya adalah hak-hak untuk membuat salinan dari ciptaannya tersebut, hak untuk membuat produk derivatif, dan hak-hak untuk menyerahkan hak-hak tersebut ke pihak lain. Hak cipta berlaku seketika setelah ciptaan tersebut dibuat. Hak cipta tidak perlu didaftarkan terlebih dahulu.
b. Paten (patent)
Berbeda dengan hak cipta yang melindungi sebuah karya, paten melindungi sebuah ide, bukan ekspresi dari ide tersebut. Pada hak cipta, seseorang lain berhak membuat karya lain yang fungsinya sama asalkan tidak dibuat berdasarkan karya orang lain yang memiliki hak cipta. Sedangkan pada paten, seseorang tidak berhak untuk membuat sebuah karya yang cara bekerjanya sama dengan sebuah ide yang dipatenkan.
c. Merk dagang (trademark)
Merk dagang digunakan oleh pebisnis untuk mengidentifikasikan sebuah produk atau layanan. Merk dagang meliputi nama produk atau layanan, beserta logo, simbol, gambar yang menyertai produk atau layanan tersebut.
d. Rahasia dagang (trade secret)
Berbeda dari jenis HAKI lainnya, rahasia dagang tidak dipublikasikan ke publik. Sesuai namanya, rahasia dagang bersifat rahasia. Rahasia dagang dilindungi selama informasi tersebut tidak ‘dibocorkan’ oleh pemilik rahasia dagang.
secara professional kekayaan intelektual yang kita miliki harus dihargai, dihormati, dan mendapat apresiasi, karena orang yang telah susah payah kerja keras untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu tidak mendapat pengakuan malah pembajakan secara besar-besar yang di peroleh. Apabila pembajakan tidak diberantas maka tindakan itu merupakan tindakan tidak bermoral dan tidak menghargai hasil kerja keras seseorang dalam menghasilkan karyanya.
5. Secara umum lulusan sarjana Teknik Industri, sesuai dengan Kurikulum Inti Teknik Industri se-Indonesia harus memiliki kompetensi utama sebagai berikut:
a. Mampu mengidentifikasikan, memformulasikan, dan memecahkan masalah-masalah perancangan maupun perbaikan sistem integral yang terdiri dari manusia, material, informasi, peralatan dan energi secara kreatif dengan menggunakan alat-alat pokok analitikal, komputasional dan eksperimental.
b. Mampu mengimplementasikan hasil-hasil pemecahan masalah dan mempunyai wawasan luas sehingga dapat memahami dampaknya terhadap konteks sosial, lingkungan dan konteks lokal maupun global.
c. Mampu beradaptasi terhadap teknik dan alat analisis baru yang diperlukan dalam menjalankan praktek profesi ke-teknik-industrian-nya.
d. Mampu berkomunikasi dan bekerja-sama secara efektif.
e. Memahami dan menyadari tanggung jawab profesi dan etika.

Jumat, 16 April 2010

Etika Profesi 2

Etika Profesi

TUGAS 2
ETIKA PROFESI

Nama : Dadan Dani
NPM : 30407
Kelas : 3 ID03


1.Jelaskan yang dimaksud dengan dilemma moral, beri contoh dalam kejadian dalam kehidupan sehari-hari!
2.Jelaskan paham kantianisme dan berikan contohnya!
3.Paham utilitariansme banyak dianut oleh para profesional di bidang keteknikan. Jelaskan alasannya!


Penyelesaian
1. Dilema moral merupakan Situasi yang dihadapi oleh seseorang dimana ia harus membuat keputusan tentang perilaku seperti apa yang tepat untuk dilakukannya. Contoh: berbohong untuk mendapatkan pekerjaan
2. Tokoh besar aliran ini adalah Immanuel Kant (1724-1804), sehingga disebut juga sebagai Kantianisme. Selain disebut Kantianisme, aliran ini juga disebut etika non-konsekuensialisme, karena penekanannya pada kewajiban maka pemikiran ini sebagai etika kewajiban. Pandangan dasar dari pemikiran etika ini adalah bahwa penilaian baik atau buruknya suatu tindakan didasarkan pada penilaian apakah tindakan tersebut sebagai baik atau buruk. Baik atau buruknya tindakan tidak terlepas dari motivasi, kemauan baik, dan watak si pelaku. Demikian halnya tindakan baik adalah suatu kewajiban. Suatu tindakan baik dilakukan bukan saja sesuai dengan kewajiban, tetapi juga dijalankan demi kewajiban pula. Contoh: mencuri untuk menolong orang.
3. Utilitarianisme berpegang pada kaidah dasar: bahwa sesuatu dikatakan baik atau benar, bukan karena sesuatu itu dinyatakan baik oleh Tuhan atau masyarakat; sesuatu dinyatakan baik kalau sesuatu yang dimaksud itu mempunyai nilai utility (nilai guna bagi kebaikan manusia). Kalangan utilitarian kemudian mendefinisikan apa yang dimaksud nilai guna (utility) itu. Secara umum biasanya mereka mengartikan utility dengan kebahagiaan (happiness). Jadi, menurut mereka, sesuatu dikatakan baik kalau sesuatu yang dimaksud itu mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan bagi hidup manusia. Utilitarianisme dalam perkembangannya pernah menjurus pada faham hedonisme: apapun, obat-obatan, mabuk atau apapun, yang penting membuat kita senang adalah baik. Namun tidak semua kaum utilitarian setuju dengan model penafsiran utility yang bernuansa hedonisme seperti ini. Mereka tidak setuju dengan model kesenangan jasadiyah seperti ini, karena itu mengajuakan tiga model penafsiran lain yakni: pengalaman yang bernilai bagi kehidupan, keberagaman pilihan, dan keberagaman pilihan yang rasional. Dengan begitu, kebahagiaan sekarang diartikan sebagai tercapainya pengalaman yang bernilai bagi kehidupan atau ketersedianya pilihan yang rasional.

Etika Profesi

TUGAS 2
ETIKA PROFESI

Nama : Dadan Dani
NPM : 30407
Kelas : 3 ID03


1.Jelaskan yang dimaksud dengan dilemma moral, beri contoh dalam kejadian dalam kehidupan sehari-hari!
2.Jelaskan paham kantianisme dan berikan contohnya!
3.Paham utilitariansme banyak dianut oleh para profesional di bidang keteknikan. Jelaskan alasannya!


Penyelesaian
1. Dilema moral merupakan Situasi yang dihadapi oleh seseorang dimana ia harus membuat keputusan tentang perilaku seperti apa yang tepat untuk dilakukannya. Contoh: berbohong untuk mendapatkan pekerjaan
2. Tokoh besar aliran ini adalah Immanuel Kant (1724-1804), sehingga disebut juga sebagai Kantianisme. Selain disebut Kantianisme, aliran ini juga disebut etika non-konsekuensialisme, karena penekanannya pada kewajiban maka pemikiran ini sebagai etika kewajiban. Pandangan dasar dari pemikiran etika ini adalah bahwa penilaian baik atau buruknya suatu tindakan didasarkan pada penilaian apakah tindakan tersebut sebagai baik atau buruk. Baik atau buruknya tindakan tidak terlepas dari motivasi, kemauan baik, dan watak si pelaku. Demikian halnya tindakan baik adalah suatu kewajiban. Suatu tindakan baik dilakukan bukan saja sesuai dengan kewajiban, tetapi juga dijalankan demi kewajiban pula. Contoh: mencuri untuk menolong orang.
3. Utilitarianisme berpegang pada kaidah dasar: bahwa sesuatu dikatakan baik atau benar, bukan karena sesuatu itu dinyatakan baik oleh Tuhan atau masyarakat; sesuatu dinyatakan baik kalau sesuatu yang dimaksud itu mempunyai nilai utility (nilai guna bagi kebaikan manusia). Kalangan utilitarian kemudian mendefinisikan apa yang dimaksud nilai guna (utility) itu. Secara umum biasanya mereka mengartikan utility dengan kebahagiaan (happiness). Jadi, menurut mereka, sesuatu dikatakan baik kalau sesuatu yang dimaksud itu mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan bagi hidup manusia. Utilitarianisme dalam perkembangannya pernah menjurus pada faham hedonisme: apapun, obat-obatan, mabuk atau apapun, yang penting membuat kita senang adalah baik. Namun tidak semua kaum utilitarian setuju dengan model penafsiran utility yang bernuansa hedonisme seperti ini. Mereka tidak setuju dengan model kesenangan jasadiyah seperti ini, karena itu mengajuakan tiga model penafsiran lain yakni: pengalaman yang bernilai bagi kehidupan, keberagaman pilihan, dan keberagaman pilihan yang rasional. Dengan begitu, kebahagiaan sekarang diartikan sebagai tercapainya pengalaman yang bernilai bagi kehidupan atau ketersedianya pilihan yang rasional.

Etika Profesi 1

Sabtu,17 April 2010

Etika Profesi

ETIKA PROFESI

Nama : Dadan Dani
Kelas : 3 ID03
NPM : 30407223
Tugas : Ke-1

Soal
1. Jelaskan pengertian cakupan dan tujuan dari etika profesi?
2. Jelaskan perbedaan antara profesi dan pekerjaan serta contohnya masing-masing?
3. Apa yang dimaksud kode etik? Jelaskan prinsip dasar kode etik dan pilar utama kode etik

Penyelesaian
1. Apakah etika, dan apakah etika profesi itu ? Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos(bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek,etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untukmenilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.
Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as theperformance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsipprinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian etika adalah refleksi apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok social (profesi) itu sendiri.
ETIKA PROFESI merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak, kemauan, wil. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi :
a. Tujuan baik, tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik.
b. Tujuannya yang tidak baik, cara mencapainya ; kelihatannya baik.
c. Tujuannya tidak baik, dan cara mencapainya juga tidak baik.
d. Tujuannya baik, dan cara mencapainya juga terlihat baik.

2. PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk enghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian (menurut DE GEORGE)
PROFESI :
- Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
- Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
- Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
- Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
Contoh : pengacara, pilot, dokter,disainer, sutradara

PEKERJAAN
Pekerjaaan (occupation)adalah setiap aktivitas kerja, baik yang menghasilkan imbalan ataupun yang bersifat sukarela(tanpa imbalan).
PEKERJAAN:
a. Tidak membutuhkan latar belakang pendidikan.
b. Tidak membutuhkan pengetahuan dan pengalaman
Contoh : tukang ojek, supir angkot, office boy

3. Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik adalah agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau yang membutuhkan. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Kode etik dibuat untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok yang berguna untuk kepercayaan masyarakat akan suatu profesi. Kode etik berfungsi sebagai pemandu sikap dan perilaku, manakala menjadi fungsi dari nurani
Prinsip Dasar Kode Etik
 Etika Kemanfaatan Umum (utilitarianism ethics), yaitu setiap langkah/tindakan yang menghasilkan kemanfaatan terbesar bagi kepentingan umum haruslah dipilih dan dijadikan motivasi utama;
 Etika Kewajiban (duty ethics), yaitu setiap sistem harus mengakomodasikan hal-hal yang wajib untuk diindahkan tanpa harus mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin bisa timbul, berupa nilai moral umum yang harus ditaati seperti jangan berbohong, jangan mencuri, harus jujur, dan sebagainya. Semua nilai moral ini jelas akan selalu benar dan wajib untuk dilaksanakan, sekalipun akhirnya tidak akan menghasilkan keuntungan bagi diri sendiri;
 Etika Kebenaran (right ethics), yaitu suatu pandangan yang tetap menganggap salah terhadap segala macam tindakan yang melanggar nilai-nilai dasar moralitas. Sebagai contoh tindakan plagiat ataupun pembajakan hak cipta/karya orang lain, apapun alasannya akan tetap dianggap salah karena melanggar nilai dan etika akademis;
 Etika Keunggulan/Kebaikan (virtue ethics), yaitu suatu cara pandang untuk membedakan tindakan yang baik dan salah dengan melihat dari karakteristik (perilaku) dasar orang yang melakukannya. Suatu tindakan yang baik/benar umumnya akan keluar dari orang yang memiliki karakter yang baik pula. Penekanan disini diletakkan pada moral perilaku individu, bukannya pada kebenaran tindakan yang dilakukan
 Etika Sadar Lingkungan (environmental ethics), yaitu suatu etika yang berkembang di pertengahan abad 20 ini yang mengajak masyarakat untuk berpikir dan bertindak dengan konsep masyarakat modern yang sensitif dengan kondisi lingkungannya. Pengertian etika lingkungan disini tidak lagi dibatasi ruang lingkup penerapannya merujuk pada nilai-nilai moral untuk kemanusiaan saja, tetapi diperluas dengan melibatkan “natural resources” lain yang juga perlu dilindungi, dijaga dan dirawat seperti flora, fauna maupun obyek tidak bernyawa (in-animate) sekalipun
4 (empat) prinsip etika dasar profesi keinsinyuran sebagai berikut:
Engineer uphold and advance the integrity, honor and dignity of the engineering profession by:
• using their knowledge and skill for the enhancement of human welfare
• being honest and impartial, and serving with fidelity the public, their employers and clients
• striving to increase the competence and prestige of the engineering profession; and
• supporting the professional and technical societies of their disciplines.
Pilar Utama Kode Etik
1. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya
2. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan
3. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu
4. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas, dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya
5. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi
6. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya

Senin, 14 Desember 2009

Penelitian Operasional

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada era globalisasi ini banyak sekali perusahaan yang telah berdiri. Perusahaan-perusahaan tersebut melakukan persaingan secara ketat, tentunya jika perusahaan-perusahaan ingin bersaing secara baik dan sehat harus mempunyai system kerja yang yang bagus.

Dalam dunia usaha yang sangat kompetitip salah satu masalah sangat relevan adalah mempelajari atau memperkirakan pergerakan-pergerakan dari pihak pesaing.

Jika pimpinan perusahaan melakukan perhitungan guna mengetahui apa yang akan di lakukan oleh pihak pesaing maka perencanaan akan lebih mudah dan efektif, terutama untuk menyusun strategi merebut pangsa pasar yang ada.

1.2 Tujuan

Berikut ini merupakan tujuan disusunnya Makalah Operasional Riset tentang teori permainan:

a. Memahami arti dan kegunaan teori permainan

b. Mengetahui jenis-jenis teori permainan

c. Dapat menggunakan dan menghitung teori-teori permainan

1.3 Perumusan Msalah

Inti permasalahan yang ingin di pecahkan dalam makalah ini adalah bagaimana teknik cara menghitung menggunakan teori permainan.

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibuat untuk mempermudah pembaca dalam memahami serta mengambil kesimpulan dari pembahasan dalam Makalah Teori Permainan ini, yang terdiri dari 4 (empat) bab, diantaranya:

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang awal teori permainan, tujuan dibuatnya makalah teori permainan, perumusan masalah didalam teori permainan, dan sistematika penulisan makalah teori permainan ini.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan mengenai ringkasan teori dan materi-materi yang bersangkutan tentang teori permainan.

BAB III PEMBAHASAN DAN ANALISA

Bab ini berisi mengenai pembahasan studi kasus dan bagaimana penyelesaiannya.

BAB IV KESIMPULAN

Berisi mengenai kesimpulan dari studi kasus yang telah di buat , dan tentang teori permainan secara umum.

BAB II

TEORI PERMAINAN

Aplikasi Teori Permainan

Lawan pemain (punya intelegensi yang sama). Setiap pemain mempunyai beberapa strategi untuk saling mengalahkan.

Two-Person Zero-Sum Game Permainan dengan 2 pemain dengan perolehan (keuntungan) bagi salah satu pemain merupakan kehilangan (kerugian) bagi pemain lainnya.

Matriks/tabel payoff (perolehan) tabel yang menunjukkan perolehan bagi pemain baris

Strategi Murni

Digunakan jika permainan stabil ada titik saddle (saddle point)

Titik sadel minimaks = maksimin

Strategi Campuran

Strategi campuran digunakan jika permainan tidak seimbang. Pemilihan strategi dilakukan dengan mengevaluasi kombinasi strategi lawan menggunakan prinsip peluang.

Definisikan : xi adalah peluang pemain baris akan menggunakan strategi ke-i

Yj adalah peluang pemain kolom akan menggunakan strategi ke-j.

y1

y2

...

yn

Strategi 1

Strategi 2

...

Strategi n

x1

Strategi 1

a11

a12

...

a1n

x2

Strategi 2

a21

a22

...

a2n

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

xm

Strategi

am1

am2

...

amn

BAB III

STUDI KASUS

Perusahaan Gaya dan perusahaan Gaul bersaing untuk mendapatkan keuntungan dari pangsa pasar yang ada dengan mengandalkan produk yang mereka buat, Perusahaan Gaya dan perusahaan Gaul sama-sama membuat produk pakaian jadi. Dibawah ini data produk pakaian jadi kedua perusahaan tersebut.

Perusahaan Gaul

Kemeja

T Shirt

Celana

Perusahaan

Kemeja

25

16

19

Gaya

T Shirt

13

17

18

Celana

22

20

15

Dari data di atas cari nilai maksimasi dan minimasi kedua perusahaan tersebut.

Penyelesaian

Cari maksimin dan minimaks terlebih dahulu diperoleh angka penyelesaian berbeda, Aè2, Bè5

Perusahaan Gaul

Maximin

Kemeja

T Shirt

Celana

Perusahaan

Kemeja

25

16

19

16

Gaya

T Shirt

13

17

18

13

Celana

22

20

15

15

Minimax

25

20

19

Masing-masing perusahaan menghilangkan produk yang menghasilkan keuntungan dan kerugian terburuk

Bagi perusahaan gaya, T shirt merupakan produk yang bisa menimbulkan kerugian

Bagi perusahaan gaul, T shirt merupakan produk yang menimbulkan kerugian terbesar

Perusahaan Gaul

T shirt

celana

Perusahaan

T shirt

16

19

Gaya

celana

20

15

Langkah selanjutnya adalah dengan memberikan nilai probabilitas terhadap kemugkinan

digunakannya kedua macam produk bagi masing-masing perusahaan. Untuk perusahaan Gaya, bila kemungkinan keberhasilan produk T shirt adalah sebesar p, maka kemungkinan

keberhasilan produk celana adalah (1-p). Begitu pula dengan Perusahaan Gaul, bila

kemungkinan keberhasilan produk T shirt adalah sebesar q, maka kemungkinan

keberhasilan produk celana adalah (1-q).

Perusahaan Gaul

T shirt

celana

(q)

(1-q)

T shirt

16

19

Perusahaan

(p)

Gaya

celana

20

15

(p-1)

Mencari besaran probabilitas setiap produki untuk menghitung saddle point yang optimal.

Untuk perusahaan Gaya

Bila Produk perusahaan Gaya direspon Di respon dengan perusahaan Gaul denganProduk T shirt:

16p + 20(1-p) = 16p + 20 – 20p = 20 – 4p

Bila Produk perusahaan Gaya direspon Di respon dengan perusahaan Gaul denganProduk celana:

19p + 15(1-p) = 19p + 15 – 15p = 15 + 4p

Bila digabung:

20 – 4p = 15 + 4p

5 = 8p

P = 5/8 = 0,625

Apabila p = 0, 625, maka 1 – p = 0,375

Masukkan nilai tersebut pada kedua persamaan

= 16p + 20(1-p) = 19p + 15(1-p)

= 16 (0,625) + 20 (0,375) = 19(0,625) + 15(0,375)

= 17,5 = 17,5

Keuntungan yang diharapkan adalah sama = 17,5, yang berarti memberikan peningkatan 1,5 mengingat keuntungan perusahaan Gaya hanya 16

Untuk perusahaan Gaul

Bila Produk perusahaan Gaul direspon Di respon dengan perusahaan Gaya denganProduk T shirt:

16q + 19(1 – q) = 16q + 19– 19q = 19 – 3q

Bila Produk perusahaan Gaul direspon Di respon dengan perusahaan Gaya denganProduk celana:

20q + 15(1 – q) = 20q + 15 – 15q = 15 + 5q

Bila digabung:

19 – 3q = 15 + 5q

4 = 8q è q = 4/8 = 0,5, maka 1-q = 0,5

Masukkan ke persamaan

= 16q + 19(1-q) = 20q + 15(1-q)

= 16 (0,5) + 19 (0,5) = 20 (0,5) + 15 (0,5)

= 17,5 = 17,5

Kerugian minimal yang diharapkan sama, yaitu 17,5. Pada langkah pertama kerugian minimal adalah 19, dengan demikian dengan Perusahaan Gaul bisa menurunkan kerugian sebesar 1,5.

KESIMPULAN

Strategi campuran memberikan saddle point 3,5. Nilai tersebut memberi peningkatan keuntungan bagi perusahaan Gaya dan penurunan kerugian perusahaan Gaul masing-masing sebesar 1,5.

STUDI KASUS

BRANCH AND BOUND

Seorang pengusaha paket kilat mempunyai 5 orang pengirim yang mempunyai tugas untuk mengrim paket tititapn ke berbagai kota.

Berikut adalah table pengiriman untuk ke 5 orang pengirim beserta kota tujuan

Pengirim

Kota Tujuan

Subang

Bandung

Bekasi

Cikarang

Kuningan

Ariel

15

25

14

27

24

Pasha

17

13

30

25

25

Giring

16

32

20

17

21

Arman

19

30

26

16

18

Tria

14

31

15

24

26

Pemilik perusahaan tersebut menginginkan penugasan yang sesuai untuk kelima anak buahnya terhadap kota tujuan pengiriman agar mendapatkan hasil yang maksimum dalam hal pendapatan dan kepuasan pelanggannya

Solusi

Langkah penyelesaian yang pertama adalah penugasan kelima orang pengirim ke kota tujuan Subang, berikut adalah percabangan dengan nilai Upper Boundnya.


Tria = Subang

UB = 128

1. Node 1 yaitu penugasan Ariel ke Subang

Hilangkan baris 1 dan kolom 1, kemudian cari nilai terbesar dari tiap-tiap kolom yang masih tersisa dan jumlahkan dengan nilai tempat bertugas.

15+32+30 + 25 + 26 = 128.

Daerah penugasan

Ariel – Subang ; Giring – Bandung ; Pasha – Bekasi ; Pasha – Cikarang : Tria – Kuningan.

Infeasible karena masih ada pengirim yang mengirim lebih dari satu kota.

2. Node 2 yaitu penugasan Pasha ke Subang

Hilangkan baris 2 dan kolom 1, kemudian cari nilai terbesar dari tiap-tiap kolom yang masih tersisa dan jumlahkan dengan nilai tempat bertugas.

17+32+26 + 27 + 26 = 128.

Daerah penugasan

Pasha – Subang ; Giring – Bandung ; Arman – Bekasi ; Ariel – Cikarang : Tria – Kuningan.

feasible.

3. Node 3 yaitu penugasan Giring ke Subang

Hilangkan baris 3 dan kolom 1, kemudian cari nilai terbesar dari tiap-tiap kolom yang masih tersisa dan jumlahkan dengan nilai tempat bertugas.

16+31+30 + 27 + 26 = 130.

Daerah penugasan

Giring – Subang ; Tria – Bandung ; Pasha – Bekasi ; Ariel – Cikarang : Tria – Kuningan.

Infeasible karena masih ada pengirim yang mengirim lebih dari satu kota.

4. Node 4 yaitu penugasan Arman ke Subang

Hilangkan baris 4 dan kolom 1, kemudian cari nilai terbesar dari tiap-tiap kolom yang masih tersisa dan jumlahkan dengan nilai tempat bertugas.

19+32+30 + 27 + 26 = 134.

Daerah penugasan

Arman – Subang ; Giring – Bandung ; Pasha – Bekasi ; Ariel – Cikarang : Tria – Kuningan.

feasible

5. Node 5 yaitu penugasan Tria ke Subang

Hilangkan baris 5 dan kolom 1, kemudian cari nilai terbesar dari tiap-tiap kolom yang masih tersisa dan jumlahkan dengan nilai tempat bertugas.

14+32+30 + 27 + 25 = 128.

Daerah penugasan

Tria – Subang ; Giring – Bandung ; Pasha – Bekasi ; Ariel – Cikarang : Pasha – Kuningan.

Infeasible karena masih ada pengirim yang mengirim lebih dari satu kota.

.

Penugasan pada kota tujuan Subang diberikan pada Arman dengan nilai yang tertinggi, kemudian yang lainnya akan di cabangkan ke kota Bandung.


Setelah didapat penugasan Arman ke Subang, maka selanjutnya akan dicari penugasan pengirimke daerah Bandung.

Didapatlah nilai-nilai sebagai berikut:

1. Node 1 yaitu penugasan Ariel ke Bandung

Hilangkan baris 1 dan kolom 2, kemudian cari nilai terbesar dari tiap-tiap kolom yang masih tersisa dan jumlahkan dengan nilai tempat bertugas.

25+30+25 + 26 + 19 = 125.

Daerah penugasan

Ariel – Bandung ; Pasha – Bekasi ; Pasha – Cikarang : Tria – Kuningan; Arman - Subang.

Infeasible karena masih ada pengirim yang mengirim lebih dari satu kota.

2. Node 2 yaitu penugasan Pasha ke Bandung

Hilangkan baris 2 dan kolom 2, kemudian cari nilai terbesar dari tiap-tiap kolom yang masih tersisa dan jumlahkan dengan nilai tempat bertugas.

13+26+27 + 26 + 19 = 111.

Daerah penugasan

Pasha – Bandung ; Arman – Bekasi ; Ariel – Cikarang : Tria – Kuningan; Arman - Subang.

Infeasible karena masih ada pengirim yang mengirim lebih dari satu kota.

3. Node 3 yaitu penugasan Giring ke Bandung

Hilangkan baris 3 dan kolom 2, kemudian cari nilai terbesar dari tiap-tiap kolom yang masih tersisa dan jumlahkan dengan nilai tempat bertugas.

32+30+27 + 26 + 19 = 134.

Daerah penugasan

Giring – Bandung ; Pasha – Bekasi ; Ariel – Cikarang : Tria – Kuningan; Arman - Subang.

feasible

4. Node 4 yaitu penugasan Tria ke Bandung

Hilangkan baris 5 dan kolom 2, kemudian cari nilai terbesar dari tiap-tiap kolom yang masih tersisa dan jumlahkan dengan nilai tempat bertugas.

31+30+27 + 25 + 19 = 132.

Daerah penugasan

Tria – Bandung ; Pasha – Bekasi ; Ariel – Cikarang : Pasha – Kuningan; Arman - Subang.

Infeasible karena masih ada pengirim yang mengirim lebih dari satu kota.

Penugasan pada kota tujuan Bandung diberikan pada Giring dengan nilai yang tertinggi, kemudian yang lainnya akan di cabangkan ke kota Bekasi.


Setelah didapat penugasan Giring ke Bandung, maka selanjutnya akan dicari penugasan pengirim ke daerah Bekasi.

Didapatlah nilai-nilai sebagai berikut:

1 Node 1 yaitu penugasan Ariel ke Bekasi

Hilangkan baris 1 dan kolom 3, kemudian cari nilai terbesar dari tiap-tiap kolom yang masih tersisa dan jumlahkan dengan nilai tempat bertugas.

14+25+26 + 19 + 32 = 116.

Daerah penugasan

Ariel – Bekasi ; Pasha – Cikarang ; Tria – Kuningan : Arman – Subang ; Giring - Bandung.

feasible

2 Node 2 yaitu penugasan Pasha ke Bekasi

Hilangkan baris 1 dan kolom 3, kemudian cari nilai terbesar dari tiap-tiap kolom yang masih tersisa dan jumlahkan dengan nilai tempat bertugas.

30+27+26 + 19 + 32 = 134.

Daerah penugasan

Pasha – Bekasi ; Ariel – Cikarang ; Tria – Kuningan : Arman – Subang ; Giring - Bandung.

feasible

3 Node 3 yaitu penugasan Tria ke Bekasi

Hilangkan baris 1 dan kolom 3, kemudian cari nilai terbesar dari tiap-tiap kolom yang masih tersisa dan jumlahkan dengan nilai tempat bertugas.

15+27+25 + 19 + 32 = 118.

Daerah penugasan

Tria – Bekasi ; Ariel – Cikarang ; Pasha – Kuningan : Arman – Subang ; Giring - Bandung.

feasible.

Jadi Nilai under bound terbesar pada studi kasus di atas adalah 134 dengan daerah penugasan

Pasha – Bekasi ; Ariel – Cikarang ; Tria – Kuningan : Arman – Subang ; Giring - Bandung.

STUDI KASUS

MARKOV CHAIN

Di sebuah pusat food court di sebuah mall, terdapat 2 penjual martabak, yaitu martabak enak dan martabak lezat. Setiap pengunjung di mall ini dapat membeli martabak enak atau martabak lezat, tetapi pengunjung tidak dapat membeli kedua martabak tersebut..

Untuk mengetahui pengunjung mall lebih senang membeli martabak yang mana, di lakukan survei kepada 130 orang .

Setelah di lakukan survei, pada hari ini pembeli martabak enak sebanyak 82 orang, dan pada hari besoknya pembeli pindah ke martabak lezat sebanyak 48 orang. Sedangkan sekitar 73 orang membeli martabak lezat, dan pada besoknya pindak ke martabak enak sebanyak 57 orang. Dari informasi di atas kita bisa memperoleh informasi seperti tabel di bawah ini :

Hari ini

Hari Esok

Enak

Lezat

Enak

82

48

Lezat

73

57

Dari data di atas buatlah probabilty matrix pengunjung lebih menyukai martabak yanng mana

Solusi

State 1 : pengunjung memilih martabak enak

State 2 : pengunjung memilih martabak lezat

P = P11 P12 = 82/130 48/130

P21 P22 73/130 57/130

= 0,63 0,37

0,56 0,44


π 1 π2 = π 1 π2 x 0,63 0,37

0,56 0,44

π 1 = 0,63 π 1 + 0,56 π 2

π 2 = 0,37 π 1 + 0,44 π 2

π 1 = 0,63 (1 - π 2) + 0,56 π 2

π 1 = 0,63 - 0,63 π 2 + 0,56 π 2

π 1 = 0,63 - 0,07 π 2

1 - π 2 = 0,63 - 0,07 π 2

0,37 = 0,93 π 2

π 2 = 0,37/0,93

= 0,38

π 1 + π 2 = 1

π 1 = 1 - 0,38

= 0,62

Jadi probability untuk state 1 sebesar 0,62 dan untuk state 2 sebesar 0,38

Pengunjuk lebih banyak membeli martabak enak di banding martabak lezat

STUDI KASUS

TEORI POHON KEPUTUSAN

Sebuah restoran yang bernama restoran Enak adalah sebuah restoran yang terkenal dan laris. Tetapi akhir-akhir ini restoran tersebut mengalami penurunan penjualan karena banyaknya pesaing yang ada dengan beraneka macam memu yang mereka sediakan.

Melihat penurunan tersebut pemilik restoran perlu melakukan tindakan agar restoran yang ia punya tidak rugi. Melihat situasi yang ada kini ia dihadapkan pada 3 pilihan, pilihan pertama ia akan menambah menu baru, pilihan kedua tetap dengan menu yang lama, dan pilihan ketiga ia menutup restoran yang ia punya.

Apabila ia melakukan penambahan menu peluang untuk berhasil sebesar 0.75 dengan keuntungan 20 juta dan peluang untuk gagal sebesar 0.25 dengan kerugian 7.5 juta. Apabila ia tetap mengandalkan menu yan ada peluang untuk berhasil sebesar 0.4 dengan keuntungan 15 juta, dan peluang untuk gagal sebesar 0.6 dengan kerugian 10 juta.

Pemilik restoran tidak yakin dengan keputusan manakah yang terbaik untuk di ambil, jadi buatalah diagram keputusan dari contoh kasus di atas.


b. Probabilitas Penambahan menu akan berhasil

P ( Berhasil) = 0.75

P (Gagal) = 0.25

Probabilitas menu seperti biasa

P ( Berhasil) = 0.4

P (Gagal) = 0.6

Nilai ekspetasi menu baru = ( 0.75 x 20.000.000 ) + ( 0.25 x 7.500.000 )

= 16.875.000

Nilai ekspestasi menu biasa = ( 0.4 x 15.000.000 ) + ( 0.6 x 10.000.000 )

= 12.000.000

Jadi Pemilik restoran tersebut harus menembah menu baru yang ada untuk memperoleh keuntungan yang maksimal